Simulasi Lapangan Ekspedisi Karst Gombong Selatan

Juni 30, 2016 in Berita Utama

       Mempraktekan apa yang kita pelajari lebih sulit dari pada hanya mendengarkan seseorang menjelaskan suatu materi. Tetapi dari hasil prakteklah kita dapat mengetahui apa yang kita terima benar atau salah dan kitapun tau evaluasinya.

IMG-20160630-WA0026

Anggota tim Ekspedisi Karst Gombong Selatang (4/5)

       Minggu, 26 juni 2016, Tim Ekspedisi Karst Gombong Selatan kembali melakukan simulasi yang kedua kalinya untuk mempraktekkan apa yang telah didapat dalam materi kelas. Praktek kali ini dilakukan selama tiga hari dari tanggal 26-28 Juni 2016 di daerah sirnaresmi dan tanjung sari kecamatan Gunung guruh dan Jampang Tengah kabupaten sukabumi. Tim melakukan penelusuran dua gua yang ada disana, yaitu Gua Sibibijilan dan Gua Legok Picung. Selain penelusuran, Tim xpdc juga melakukan pendataan biota gua, mengukur debit air sungai bawah tanah dan mengambil sampling air. Hal ini dilakukan karena kajian yang akan Tim lakukan di karst gombong sama seperti yang dilakukan pada praktek kali ini.

IMG-20160630-WA0030

Tampak depan pintu masuk Gua Sibibijilan

 

IMG-20160630-WA0027 - Copy

Gua Sibibijilan

IMG-20160630-WA0020

Proses mengukur debit air

IMG-20160630-WA0024 - Copy

Gua Legok Picung

         Karakteristik gua Sibibijian dan gua Legok Picung keduanya memang memiliki sungai bawah tanah. Setelah dilakukan pengukuran debit, gua Sibibijilan memiliki debit air 137,48 liter/detik dan gua Legok Picung 5,95 liter/detik. Air di gua Sibibijilan di manfaatkan oleh warga sekitar untuk mengairi pertanian karena alirannya keluar mengalir membentuk sungai ke arah sawah dan pemukiman warga. Gua Legok Picung juga memiliki sungai bawah tanah. Menurut kang Fauzi yang mengetahui gua Legok Picung, aliran air didalam gua Legok Picung saat ini terbilang kecil debitnya. Menurutnya hal itu dikarenakan daerah disekitarnya dekat dengan tambang kapur. “Dulu sebelum ditambang, aliran air di gua Legok Picung sangat deras” kata Kang Fauzi.

           Daerah Gunung Guha kecamatan Gunung Guruh Kab. Sukabumi memang sudah di eksploitasi dengan adanya tambang batu gamping. Ditambah lagi adanya pabrik semen jawa yang lokasi sangat dengan dengan pagar rumah warga. Banyak warga yang meresahkan keberadaan pabrik semen tersebut dikarenakan warga sendiri sudah terkena dampaknya secara langsung. Hadirnya pabrik semen dan tambang batu gamping pun memberi ancaman kawasan karst disekitarnya. Termasuk mengancam tandon air masyarakat desa sirnaresmi, tanjung sari dan sekitarnya. Dalam Permen ESDM no 17 th 2012 disebutkan bahwa ciri kawasan karst salah satunya memiliki mata air, sungai bawah tanah dan gua. Kemudian mengapa kawasan tersebut masih di eksploitasi? Apakah ketidaktahuan dan tidak adanya data-data gua dan sungai bawah tanah di dalamnya membuat mudah memberikan izin untuk di eksploitasi?

          Terimakasih kami ucapkan kepada FWSM (Forum Warga Sirnaresmi Melawan), Pak Eman, Kang Fauzi yang sudah membantu Tim xpdc dalam kegiatan simulasi ekspedisi karst gombong selatan. Semoga kegiatan ini dapat menjadi manfaat bagi semua.

-Aziz Syah

Caves Expedition of Indonesia 2016

Juni 21, 2016 in Berita Utama, Ekspedisi Lawalata

Caves Expedition of Indonesia

Caves Expedition of Indonesia

Tahun ini LAWALATA IPB kembali hadir dengan ekspedisi caving atau penelusuran gua yang menjadi Program Kerja dari Kepengurusan L-IPB tahun 2015-2016.

Ekspedisi ini berjudul Caves Expedition of Indonesia dengan tajuk “Menelusuri potensi kekayaan gua-gua di Indonesia sebagai langkah awal mempopulerkan Scientific Adventure”. 

Ekspedisi ini akan mengambil tempat di dua lokasi, yaitu Karst Gombong Selatan, Jawa Tengah dan Kepulauan Aru, Maluku. Kedua lokasi ini dipilih karena keduanya memiliki keunikan dan hal-hal menariknya masing-masing.

Karst Gombong Selatan kini sedang ramai diperbincangkan. Awalnya Karst Gombong direncanakan akan berdiri pabrik semen PT. Semen Gombong. Berdasarkan status, Karst Gombong sudah ditetapkan sebagai Kawasan benatang Alam Karst Gombong berdasar Kepmen ESDM 3873K/40/MEM/2014 dengan luas 40,98 km2. Namun demikian, penetapan KBAK Gombong tidak menjamin dan tidak memperhatikan perlindungan terhadap ekosistem esensial karst sebagai penyangga kehidupan di sekitar kawasan karst. Beberapa mata air dan gua yang penting tidak termasuk dalam KBAK Gombong sehingga tidak ada jaminan kelangsungan karst Gombong.

Rencana pendirian pabrik semen dan penambangan batu gamping mengancam keberadaan mata air yang sangat penting untuk masyarakat seperti Banyumudal dan Kali Sirah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, menunjukan sistem sungai bawah tanah dari Gua Pucung ke Gua Candi dan berakhir di Kali Sirah mengalir di dalam kawasan IUP PT. Semen Gembong. Meskipun mulut Gua Pucung berada di luar IUP namun sungai bawah tanah berada di luar KBAK Gombong yang semestinya dimasukkan dalam kawasan lindung geologi sesuai dengan kriteria Permen ESDM 17/2012 dan tidak dimanfaatkan untuk kawasan pertambangan. (Sumber: caves.or.id )

Nilai penting yang dimiliki oleh Karst Gombong Selatan ini membuat LAWALATA IPB, sebagai salah satu penggiat caving di Indonesia ingin ikut terlibat dalam penyelamatnnya. Ekspedisi ini diharapkan dapat memberikan informasi lebih banyak mengenai pentingnya kawasan ini.

Kepulauan Aru atau yang juga disebut JARGARIA oleh masyarakat lokal adalah daratan ekologi papua yang secara administrasi berada di Provinsi Maluku. Wilayah ini terdiri dari 187 pulau-pulau kecil dengan lima pulau yang relatif lebih besar yaitu Trangan, Kobror, Wokam, Maikor, dan Kola. Berdasarkan UU No. 27 tahun 2007, hanya satu pulau yaitu Pulau Trangan dengan luas 2300 km persegi yang termasuk dalam katerogi pulau besar, sisanya dikategorikan sebagai pulau-pulau kecil.

Kepulauan Aru bukanlah satu hamparan daratan utuh seperti halnya terlihat dalam peta. Faktanya wilayah tersebut terdiri dari pulau-pulau kecil yang dipisahkan oleh ratusan selat-selat kecil. Selat-selat kecil ini yang banyak disalahtafsirkan sebagai sungai, sehingga penataan ruang di wilayah tersebut mengabaikan kelestarian bentang geografis pulau.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Australian Univeristy menyebutkan bahwa hanya sebagian kecil dari Kepulauan Aru yang merupakan bentang alam karst. Kenyataannya, berdasarkan peta sebaran batu gamping di Provinsi Maluku, lebih dari 80% Kepulauan Aru adalah bentang alam karst.

Daratan Kepulauan Aru terbentuk dan muncul kepermukaan dari batuan karst berusia ribuan atau bahkan jutaan tahun lalu. 83% daratan di Kepulauan Aru masih merupakan hutan alam sebagai wilayah eksokarst. Hutan ini menjadi habitat bagi burung cendrawasih (bird of paradise) yang dikenal karena kecantikan dan keindahan tariannya. Burung ini banyak dijumpai di tanah Papua, namun faktanya dapat ditemukan di Kepulauan Aru.

Kepulauan Aru menyimpan bukti-bukti kehidupan peninggalan masa lampau. Benda-benda peninggalan prasejarah, masa kerajaan, dan masa peperangan dapat ditemukan di Kepulauan ini. Hal lain yang menarik ialah nilai-nilai kearifan yang masih dijaga masyarakat dalam mengelola sumberdaya alam. Kearifan lokal masyarakat Aru dalam menjaga hutan tercermin dari terjaganya kelestarian hutan disana.

Kepulauan Aru memiliki banyak potensi lainnya yang menunggu untuk dieksplorasi. Semakin banyak kita mengetahui fakta-fakta mengenai Kepulauan Aru, semakin kita mengetahui pentingnya melindungi dan menjaga kelestariannya. Salah satunya adalah memetakan potensi yang dimiliki oleh Kepulauan Aru, khususnya memetakan potensi karst.

Belum banyak individu, LSM, lembaga penelitian, ataupun universitas yang sudah melakukan penelitian atau program di Kepulauan Aru.

Tidak adanya peneliti muda yang pernah melakukan ekspedisi khususnya terkait ekosistem endokarst membuat LAWALATA IPB menjadi peneliti muda pertama yang akan mengeksplorasi keindahan bawah tanah di Kepulauan Aru.

Hal ini juga menjadi penting karena tidak adanya informasi yang mampu menceritakan kondisi ekosistem endokarst di wilayah kepulauan tersebut.

Baca fakta menarik tentang Kepulauan Aru disini.

Berbagi Kasih, Berbagi untuk Sesama

Juni 20, 2016 in Aksi, Berita Utama

Ciampea – Sabtu, 18 Juni 2016 | Tepat di hari ke-13 Ramadhan 1437 H. Hujan turun di pagi hari dengan derasnya membawa kesejukan. Setiap tetesannya bagai air surga yang diturunkan ke bumi untuk para penunggunya yang kehausan. Aku menengok ke jendela, langit cerah tapi air turun dari atas sana. Kaki sudah tak sabar ingin segera melangkah keluar menyebarkan senyum kebahagiaan untuk khalifah di bumi ini yang sedang bergembira dan ikhlas beribadah kepada Allah SWT. Rasanya ingin ku tembus basahnya di luar, tapi gamang, niatku bukan untuk bermain hujan.

Memasuki pertengahan bulan puasa membuat umat-Nya semakin taat, semakin kokoh niat untuk berpuasa, semakin pula rajin shalat demi menunaikan kewajibannya. Tak terkecuali bagi mereka yang ‘mampu’ untuk berkeinginan untuk menebar kebaikan seperti berbagi kepada mereka (yang lain) yang kurang beruntung. Mereka yang melakukannya dengan penuh kesadaran karena berbagi itu indah. Apalah artinya menjadi kaya, baik secara harta maupun ilmu, jika hanya disimpan sendiri.  

Persiapan untuk bakti sosial di Ciampea dan sekitar kediaman Pak Otang, Jumat 17 Juni 2016. Para dewi beraksi.

Persiapan untuk bakti sosial di Ciampea dan sekitar kediaman Pak Otang, Jumat 17 Juni 2016. Para dewi beraksi.

pembakaran

Asap dari pembakaran kapur yang terletak begitu dengan dengan pemukiman warga

Mentari mulai mengintip malu-malu menyelipkan cahayanya ke celah jendela kamarku di siang hari membawa kehangatan. Kami (anggota Lawalata IPB) bersama-sama mencoba melangkahkan kaki ke sebuah kampung, tepatnya RT 2 RW 2 RW 1 Kampung Mekar Jaya, Kecamatan Ciampea. Di situlah kami seringkali melakukan kegiatan panjat tebing maupun susur gua. Ciampea terkenal dengan bukit karstnya yang menyimpan banyak kekayaan alam. Keragaman biota dan keindahan pemandangan di dalam gua yang ada di bukit kars tersebut, serta tebing yang terlalu seksi, menarik untuk dipanjat. Ciampea secara umum menjadi tempat favorit kami untuk berkegiatan karena letaknya yang dekat dengan kampus dan banyak hal menarik di sana, dengan itu kami merasa berada di kampung sendiri ketika berada di Ciampea. Namun yang paling menakutkan adalah adanya beberapa titik pengeboman pertambangan kapur yang setiap saat dilakukan. Menjadi ancaman keberadaan kekayaan alam yang telah disebutkan tadi. Rasanya setiap saat kami mendengar jeritan biota gua yang merasa terganggu dengan perbuatan manusia itu, pun pohon-pohon yang memohon untuk dilindungi.

Hal yang lebih miris adalah mengetahui bahwa eksploitasi tersebut tidak dilakukan sendiri oleh warga setempat. “Orang dari luar yang menjadi bosnya neng,, kami hanya menjadi buruh lepas yang pendapatannya tak seberapa.”, ucap Pak Herman mantan ketua RT RT 2 RW 2 RW 1 . Maka dari itu sebagian warga RT RT 2 RW 2 RW 1  dapat dikatakan kurang mampu.

Hal tersebut yang mendasari Lawalata IPB sebagai perkumpulan mahasiswa pecinta alam yang sudah merasakan Ciampea menjadi kampung sendiri untuk melakukan bakti sosial di sana. Kegiatan kali ini bertema “Lawalata IPB Berbagi Kasih Ramadhan 1437 H”, dilakukan pada tanggal 18 Juni 2016 tepat di RT RT 2 RW 2 RW 1 . Bakti sosial ini merupakan penyaluran bantuan yang dihimpun dari uluran tangan anggota Lawalata IPB yang terkoordinir dengan baik. Bantuan tersebut berwujud sembako bagi para lansia dan janda, serta uang tunai bagi para yatim piatu. Pemilihan penerima bantuan tersebut dibantu oleh Pak Herman, karena kami rasa beliau mengetahui dengan pasti kondisi warganya siapa yang patut mendapatkan bantuan tersebut. Karena beliau telah menjabat sebagai ketua RT sebanyak 5 periode. Dari kurang lebih 130 Kepala Keluarga di RT tersebut, dipilih sejumlah 15 lansia, 9 janda, serta 8 yatim piatu yang dirasa membutuhkan bantuan.

Hari masih cerah, mentari semakin menghangatkan badan kami. Setelah berbincang sedikit dengan Pak Herman, kami langsung memulai pembagian sembako ke rumah-rumah yang sudah ditentukan. Kami dibantu

Salah seorang penerima bingkisan kami, bahagianya melihat orang lain bahagia.

Salah seorang penerima bingkisan kami, bahagianya melihat orang lain bahagia.

oleh Pak Herman yang bersedia mengantarkan kami ke satu persatu ke rumah calon penerima. Secara bergantian anggota Lawalata IPB yang ikut dalam kegiatan ini membagikan paket yang telah disiapkan. Selain membagikan, anggota yang berkontribusi juga dibagi untuk melakukan pendataan penerima, dokumentasi, dan pembawa paket. Kami menelusuri RT RT 2 RW 2 RW 1  melewati bebatuan, tanah merah yang licin di pinggiran sungai, dan menyebrangi sungai dengan jembatan bambu seadanya yang telah dibuat warga. Sejauh kaki melangkah, mata kami disuguhi pemadangan karst yang terhampar, indah namun mengkhawatirkan. Karena selain indah, pandangan kami juga dihiasi oleh kepulan asap hitam yang berasal dari tungku-tungku raksasa pembakar kapur dalam proses produksinya. Kami membayangkan begitu sulitnya kami jika harus hidup menetap di sana. Mungkin kami akan keluar masuk rumah sakit karena ISPA maupun gangguan kulit. Tapi mereka begitu kuat, terbiasa dengan kondisi yang sewajarnya tidak demikian.

Satu per satu paket sampai di tangan mereka yang layak mendapatkannya. Beberapa penerima kami temui di kediamannya sedang beristirahat di rumah menunggu adzan Maghrib tiba untuk berbuka bersama dengan keluarga. Beberapa sedang bersih-bersih demi mendapatkan kenyamanan dalam rumahnya. Sedangkan sebagian besar penerima (yatim piatu) sedang bermain dengan teman sebayanya. Kami lega melihat senyum mereka yang begitu ikhlas. Itulah kasih yang benar ingin kami bagikan kepada mereka. Membuat kami semakin bersyukur atas jalan hidup kami saat ini. Bukan kami rindu pujian dan ucapan terimakasih dari mereka, kami hanya sedang melakukan yoga untuk ketenangan jiwa, membuat kami merasa sedikit menjadi manusia bermanfaat di saat yang tepat, yaitu bulan Ramadhan.

Tapos – Minggu, 19 Juni 2016 | Kegiatan ini belum berakhir sampai disini. Esok harinya, Minggu 19 Juni 2016, kami kembali melangkahkan kaki ke daerah yang kami sering sebut Tapos. Siang itu, saat cuaca masih sama mendukung seperti hari sebelumnya. Kami merapat ke tempat bermain kami yang lainnya. Tapos, lokasi ini sering kami gunakan untuk camping, pendidikan, praktik survival, ataupun mengawali perjalanan kami menuju puncak Gn. Salak.

Tepatnya kami menuju ke kediaman Bapak Otang. Pak Otang adalah Anggota Kehormatan LAWALATA IPB. Beliau tinggal di daerah kaki Gunung Salak, dan beliau telah menemani kami berkegiatan di daerah Gn. Salak. Begitu banyaknya jasa Pak Otang dan keluarga untuk LAWALATA IPB, beliaupun akhirnya diangkat menjadi Anggota Kehormatan L-IPB. Siang itu, kami rindu sekali untuk bersilahturahmi dengan beliau, terutama Anggota Luar Biasa kita yang telah lama tidak bersua dengannya.

Kami dan keluarga Pak Otang di halaman depan kediaman beliau.

Kami dan keluarga Pak Otang di halaman depan kediaman beliau.

Senja mulai turun, langit sore ikut tersenyum menampakkan jingganya pada seluruh mahkluk di bumi ini. Saat itulah kegiatan selesai, kami tutup dengan berdoa agar kegiatan yang telah terselenggara dapat menjadi nilai tambahan bagi kami semua. Kegiatan “Lawalata IPB Berbagi Kasih Ramadhan 1437 H” selesai sudah. Namun bukan berarti kita selesai juga untuk berbagi kebaikan. Semoga di Bulan yang penuh berkah ini kembali mempererat tali silaturahmi diantara kami. Semoga kasih yang kami bagikan dapat menular kepada kalian juga.

Salam

Venyong /L-356 dan S.K /L-355

Bersama untuk Cinta, Semangat, dan Doa

Juni 13, 2016 in Opini

Apasih yang sebenarnya kita lakukan saat pembukaan itu?

Apasih yang sebenarnya kita lakukan saat pembukaan itu?

Berdoalah sebelum memulai segala sesuatunya. Dalam lingkatan yang besar dan rangkulan tangan yang kuat, kami berdoa untuk satu hal yang kami cintai bersama, LAWALATA IPB

Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Institut Pertanian Bogor, atau yang juga dikenal dengan LAWALATA IPB memiliki sebuah budaya kecil yang memiliki makna sangat besar. Budaya ini adalah melakukan pembukaan dan penutupan untuk memulai dan mengakhiri sebuah kegiatan. Kegiatan apapun itu, baik besar, kecil, di kampus, di lapangan, dari se-sepele olahraga, hingga pergi berekspedisi, budaya ini tidak pernah ditinggalkan. Kegiatan pembukaan dan penutupan di LAWALATA dilakukan dengan membentuk lingkaran, saling merangkul, berselang-seling antara laki-laki dan perempuan, kemudian bersama kami memanjatkan doa untuk kegiatan yang akan kami lakukan. Terakhir adalah kami meneriakkan slogan yang sudah dikenal dengan sangat baik ‘LAWALATA, JAYA!’.

Read the rest of this entry →

Buka Puasa ala LAWALATA IPB

Juni 12, 2016 in Berita Utama

Dramaga, 11 Juni 2016 – Ramadhan adalah saat yang paling ditunggu bagi setiap muslim di seluruh dunia. Banyak keseruan yang terjadi yang selalu dirindukan oleh umat-Nya. Dimulai dari bangun yang harus lebih pagi untuk sahur sambil menikmati dingin sebelum fajar datang. Dikala siang yang terasa lebih berat karena harus menahan lapar, haus, dan kantuk. Apalagi sore yang cerah untuk melakukan ngabuburit bersama kawan.

Kali ini kami mencoba mengemas sore di hari ke 4 Ramadhan 1437 H, Jumat 10 Juni 2016. Buka bersama adalah pilihan paling tepat untuk dilakukan. buka bersama kali ini kami rancang dengan agenda utama adalah lomba masak. Peserta dari lomba masak kali ini adalah tiga angkatan termuda dalam keanggotaan Lawalata IPB. Mulai dari angkatan Anggota Muda (AM) (IPB 52), angkatan Wasur (IPB 51), dan angkatan Merabu (IPB 50). Kami memilih untuk lomba masak karena menurut kami seorang pecinta alam sebaiknya kemampuan memasak itu penting. Makanan itu tidak semata-mata untuk mengenyangkan dan memberi energi untuk berkegiatan di alam bebas. Makanan yang dihasilkan haruslah menarik agar gairah untuk makan lebih tinggi. Selain itu makanan penting memiliki nilai gizi yang seimbang, karena telah diketahui berkegiatan di alam bebas yang tergolong aktivitas berat.

Read the rest of this entry →

Ayo Buka Puasa Bersama LAWALATA IPB

Juni 7, 2016 in Berita Utama

bukber fix2

Marhaban ya Ramadhan.

Selamat datang di Bulan yang suci, saat yang tepat untuk kita berkumpul dan saling berbagi.
L-IPB mengundang abang kakak sekalian untuk buka puasa bersama pada:
Jumat, 10 Juni 2016
Mulai pukul 16.00-selesai
Di sekretariat Lawalata IPB, Kampus IPB Dramaga.
Pengurus juga mengadakan Lomba Masak Antar Angkatan untuk pengurus, menyediakan tajil, dan makan malam sederhana.
Sangat diperbolehkan untuk bawa makanan juga loh 😀 Di tunggu kehadirannya.
Ga ada lo, ga rame!
More info : 081281328040 (semprit/L-355)

MALAM PUNCAK SAVE OUR SITU 2016

Mei 31, 2016 in Berita Utama

Screenshot from 2016-05-31 16-06-51

Situ LSI, 2016. Malam itu, ujung jembatan yang memisahkan Situ LSI dan Situ Perikanan diterangi cahaya temaram dari lilin yang berpijar di sepanjang jalan. Sabtu 21 Mei 2016 adalah Malam Puncak Pelaksanaan Save Our Situ 2016. Sebuah kegiatan tahunan yang dilakukan oleh LAWALATA IPB, sebagai sebuah gerakan untuk mengajak seluruh civitas akademika IPB untuk memperhatikan kelestarian Situ LSI dan Situ Perikanan. Save Our Situ berupa kegiatan aksi bersih sebagai inti acaranya. Aksi bersih yang dilakukan yaitu pengangkutan sampah-sampah organik, anorganik, dan bersih-bersih kiambang. Lawalata IPB bekerja sama dengan berbagai ormawa yang ada di dalam kampus, PPLH, Biro Umum, dan komunitas peduli lingkungan. Kegiatan Save Our Situ diikuti pula oleh mahasiswa umum IPB. Mulai dua tahun terakhir, kegiatan aksi bersih danau dilakukan oleh LAWALATA IPB dengan mengajak teman-eteman civitas akademika rutin dilakukan selama satu bulan sekali.

Read the rest of this entry →

Kelestarian Danau LSI – SAVE OUR SITU 2016

Mei 17, 2016 in Aksi, Berita Utama

IMG-20160516-WA0015

 

 

IMG-20160516-WA0016

 

LAWALATA IPB kembali hadir dengan Malam Puncak Save Our Situ 2016. SOS ke-11 ini ingin mengajak teman-teman semua untuk lebih dekat dengan Situ LSI dan Perikanan dari sisi keilmuan kita di IPB. SOS 2016 akan mengadakan diskusi interaktif yang menghadirkan beberapa pihak untuk berdiskusi terkait permasalahan yang ada di danau sekarang.