MALAM PUNCAK SAVE OUR SITU 2016

Mei 31, 2016 in Berita Utama

Screenshot from 2016-05-31 16-06-51

Situ LSI, 2016. Malam itu, ujung jembatan yang memisahkan Situ LSI dan Situ Perikanan diterangi cahaya temaram dari lilin yang berpijar di sepanjang jalan. Sabtu 21 Mei 2016 adalah Malam Puncak Pelaksanaan Save Our Situ 2016. Sebuah kegiatan tahunan yang dilakukan oleh LAWALATA IPB, sebagai sebuah gerakan untuk mengajak seluruh civitas akademika IPB untuk memperhatikan kelestarian Situ LSI dan Situ Perikanan. Save Our Situ berupa kegiatan aksi bersih sebagai inti acaranya. Aksi bersih yang dilakukan yaitu pengangkutan sampah-sampah organik, anorganik, dan bersih-bersih kiambang. Lawalata IPB bekerja sama dengan berbagai ormawa yang ada di dalam kampus, PPLH, Biro Umum, dan komunitas peduli lingkungan. Kegiatan Save Our Situ diikuti pula oleh mahasiswa umum IPB. Mulai dua tahun terakhir, kegiatan aksi bersih danau dilakukan oleh LAWALATA IPB dengan mengajak teman-eteman civitas akademika rutin dilakukan selama satu bulan sekali.

Tema yang diangkat untuk SOS tahun ini adalah “Tingkatkan Kepedulian Demi Kelestarian Danau LSI”. Permasalahan yang timbul sejak dua tahun terakhir di danau adalah blooming tumbuhan air dari jenis Salvinia sp. yang menutupi permukaan danau. Tidak jarang danau di bagian bawah atau yang dikenal dengan nama Situ Perikanan terlihat seperti lapangan rumput dimana burung-burung pun bisa berjalan diatas tumbuhan air yang mengapung tersebut. Berbagai upaya pembersihan danau secara mekanik sudah sering dilakukan LAWALATA IPB bekerja sama dengan mahasiswa dan juga Biro Umum, namun hingga kini permasalahan blooming belum juga terselesaikan.

Malam puncakScreenshot from 2016-05-31 16-07-34 SOS 2016 mengadakan sebuah diskusi interaktif tentang permasalahan terkini yang ada di danau, terutama permasalahan blooming ini. SOS 2016 menghadirkan Aan Mursalin dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB dan Hardian Akbar/L-346, Ketua Umum LAWALATA IPB periode 2014-2015. Mas Aan menyampaikan materi diskusi tentang tumbuhan air, terutama Salvinia sp., dan dampaknya di perairan menggenang seperti Situ LSI dan Perikanan. Hardian Akbar yang juga biasa di panggil Aan menyampaikan sedikit cerita mengenai latar belakang LAWALATA IPB melaksanakan SOS selama ini dan apa saja yang sudah dilakukan selama ini.

Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB dan berakhir pada pukul 22.10 WIB. Selain dari diskusi interaktif mengenai kondisi danau, acara SOS 2016 juga diramaikan dengan beberapa hiburan. Dia antaranya adalah Bang Radjez, seorang pemilik kios di Blue Corner, yang membacakan sebuah puisi yang berjudul ‘Mencintai Bumi untuk Dunia’. Kemudian ada Andi dari Silvikultur angkatan 50 yang menampilkan Stan-Up Comedy. Terakhir adanya penampilan dari sebuah band bernama Jondir yang menyanyikan tiga buah lagu, yang akhirnya menutup acara pada malam hari itu.

Kelestarian Danau LSI – SAVE OUR SITU 2016

Mei 17, 2016 in Aksi, Berita Utama

IMG-20160516-WA0015

 

 

IMG-20160516-WA0016

 

LAWALATA IPB kembali hadir dengan Malam Puncak Save Our Situ 2016. SOS ke-11 ini ingin mengajak teman-teman semua untuk lebih dekat dengan Situ LSI dan Perikanan dari sisi keilmuan kita di IPB. SOS 2016 akan mengadakan diskusi interaktif yang menghadirkan beberapa pihak untuk berdiskusi terkait permasalahan yang ada di danau sekarang.

Memperkenalkan LCD (LAWALATA CAVE DIVISION)

Mei 16, 2016 in Berita Utama

Berbalut peluh, berlapis debu, dan berlumuran lumpur

Bau kemudian menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan

Panas, pengap, basah, dan gelap

Kotor menjadi bukti dan saksi

Disini kesunyian tidak terasa memekakan

Tempat ini hidup

Tempat ini tumbuh dan berkembang

Selama air masih mengalir dia akan terus hidup

Dan selama dia hidup, dia akan selalu cantik

 

Jasinga, 14-15 Mei 2016.

Minggu ini adalah kesempatan LCD atau LAWALATA CAVE DIVISION untuk unjuk gigi kepada para srikandi, anggota muda L-IPB. pengenalan divisi caving L-IPB ini dilakukan di Gua Sipahang, kompleks Gua Godawang di Jasinga. Mereka diperkenalkan dengan teknik penelusuran gua, ornamen-ornamen dalam gua, biospeleologi, dan juga teknik pemetaan gua horizontal.

Lapangan kali ini juga diramaikan oleh anak WAPALA Kornita, kelompok sispala binaan L-IPB yang juga memperkenalkan kegiatan caving ke anggota barunya.

 

Latihan pemetaan gua horizontal, dalam foto adalah Beata Listy atau Bekol/AM yang sedang menjadi shooter.

Latihan pemetaan gua horizontal, dalam foto adalah Beata Listy atau Bekol/AM yang sedang menjadi shooter.

Gua Sipahang adalah gua berair yang dialiri sungai dengan panjang gua sekitar 600 m. mendekati ujung gua, sungai dalam Gua Sipahang semakin dalam hingga penelusur harus berenang.

Gua Sipahang adalah gua berair yang dialiri sungai dengan panjang gua sekitar 600 m. mendekati ujung gua, sungai dalam Gua Sipahang semakin dalam hingga penelusur harus berenang.

Biospeleologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dalam gua. salah satunya makhluk unik yang bernama Amblypygi atau kalacemeti ini.

Biospeleologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dalam gua. salah satunya makhluk unik yang bernama Amblypygi atau kalacemeti ini.

Teman-teman dari WAPALA KORNITA ikut meramaikan pengenalan KN caving ini.

Teman-teman dari WAPALA KORNITA ikut meramaikan pengenalan KM caving ini.

Cerita Dibalik SAVE OUR SITU LAWALATA IPB

April 27, 2016 in Aksi, Berita Utama, Cerita Anggota

Ada sebuah pernyataan yang sudah tidak asing bagi para pecinta lingkungan, bahwa menjaga kelestarian alam harus dilakukan dari diri sendiri, dari sekarang dan dari lingkungan sekitar. Perkumpulan Mahasiswa Pencinta Alam Institut Pertanian Bogor LAWALATA IPB dengan kesadarannya dalam menjaga kelestarian lingkungan mencoba terjun langsung dan berusaha menjadi motor penggerak bagi siapapun yang sadar akan pentingnya kelestarian alam. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh LAWALATA IPB dalam menjaga kelestarian lingkungan adalah kegiatan Save Our Situ. Tahun ini LAWALATA IPB mengadakan kembali kegiatan Save Our Situ yang ke-11.

Danau LSI atau yang biasa dikenal dengan Situ Leutik merupakan satu-satunya ekosistem perairan menggenang yang ada di Kampus IPB Dramaga Bogor. Danau ini memiliki luas 1,1 ha yang terdiri dari dua badan Situ yaitu Situ LSI dan Situ Perikanan. Keddua situ ini  tersekat oleh gedung LSI. Kampus IPB Dramaga dikelilingi oleh tiga sungai yaitu Sungai Cisadane, Sungai Cihideung dan Sungai Ciapus. Kondisi permukaan tanahnya dipengaruhi oleh bukit yang bergelombang berkisar pada ketinggian 145-204 mdpl. Dengan kondisi tersebut, kampus IPB memiliki potensi biodiversitas yang tinggi dilihat dari aneka satwa yang hidup baik di badan danau dan di sekitar danau.

Keberadaan Danau LSI IPB memiliki tiga nilai penting yang harus dipertahankan, yaitu nilai ekologi, nilai sosial dan nilai keilmuan. Dari sisi ekologi, Danau IPB berfungsi sebagai habitat berbagai jenis satwa seperti burung (kowak malam kelabu (Nycticorax nycticorax), kareo padi (Amauromis phoenicurus), bambangan merah (Lxobrychus cinnamomeus), burung gereja Erasia (Passer montanus) dan pipit bondol (Lonchura Sp.)), beberapa ikan, ular, katak, kodok, biawak (Varanus salvator), mamalia dan berbagai satwa lainnya yang singgah atau tinggal di danau dan sekitarnya. Sebagai fungsi ekologi, berbagai jenis hewan dan tumbuhan sangat bergantung terhadap kelestarian habitat Danau LSI. Danau ini berperan sebagai habitat bagi hewan-hewan untuk mencari makan (feeding ground), lokasi peremajaan (nursery ground), dan lokasi memijah (spawning ground). Rusaknya lingkungan Danau LSI akan mengancam keberadaan satwa yang tinggal di sana. Dari sisi sosial, Danau LSI sering dimanfaatkan mahasiswa dan masyarakat sekitar sebagai objek wisata lingkungan, Danau LSI pun berfungsi sebagai sarana pendidikan dan penelitian bagi mahasiswa untuk mempraktikan teori yang didapat di kuliah.

Keberadaan Danau LSI terancam karena kurangnya kepedulian IPB secara institusi dalam mengelola dan mengoptimumkan potensi tersebut. Permasalahan Danau LSI yang terjadi saat ini yaitu degradasi lingkungan karena tidak terkontrolnya pembuangan limbah ke Danau LSI. Pembuangan limbah yang membawa nutrien dari limbah rumah tangga membuat keberadaan Danau LSI semakin terancam akibat pendangkalan dari pengaruh eutrofikasi (penyuburan). Pendangkalan ini berdampak pada hilangnya ekosistem perairan Danau LSI. Hilangnya ekosistem perairan maka berakibat hilangnya fungsi Danau LSI sebagai habitat bagi berbagai satwa. Mengingat banyaknya satwa yang terdapat di lingkungan danau, maka dibutuhkan perhatiaan lebih segenap civitas akademika kampus untuk tetap melestarikan habitat yang ada.

Dampak yang tidak diinginkan ini berusaha diantisipasi oleh mahasiswa IPB yang tergabung dalam kegiatan Save Our Situ (SOS) . Upaya penyelamatan Danau LSI ini diinisiasi oleh organisasi pecinta alam LAWALATA IPB sejak tahun 2006. Save Our Situ memiliki misi untuk mengajak mahasiswa IPB agar lebih peduli terhadap salah satu ekosistem air menggenang di kampus ini. Save Our Situ berupa kegiatan aksi bersih sebagai inti acaranya. Aksi bersih yang dilakukan yaitu pengangkutan sampah-sampah organik, anorganik, dan bersih-bersih kiambang. Lawalata IPB bekerja sama dengan berbagai ormawa yang ada di dalam kampus, PPLH, Biro Umum, dan komunitas peduli lingkungan. Kegiatan Save Our Situ diikuti pula oleh mahasiswa umum IPB. Dengan bergerak bersama-sama dalam melakukan aksi bersih Danau LSI ini, sama halnya dengan berkontribusi langsung menjaga kelestarian danau. Lawalata IPB sebagai organisasi pencinta alam berusaha untuk mampu menjadi wadah dan inisiator dalam menjaga kelestarian alam lingkungan sekitar. Perilaku yang dilakukan saat ini berdampak terhadap kelestarian Danau LSI di masa mendatang.

Ira Khoerunnisa/L-360

 

Foto-Foto kegiatan SOS LAWALATA IPB bisa dilihat disini

Hasil kajian Morfologi dan Morfometrik danau LSI bisa dilihat disini

SpeleoTalks – “Protection and Management of Caves and Karst”

April 26, 2016 in Aksi, Lain lain

SpeleoTalks – “Protection and Management of Caves and Karst”

Pusat Penelitian Biologi LIPI, Masyarakat Speleologi Indonesia (Indonesian Speleological Society) dan Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Institut Pertanian Bogor (Lawalata IPB) menyelenggarakan kegiatan diskusi panel dan kunjungan lapangan SpeleoTalks – “Protection and Management of Caves and Karst”.

 

  • Latar Belakang

    Karst di Indonesia belakangan sedang menjadi sorotan utama masyarakat, bukan hanya dari kalangan kelompok pemerhati karst dan penelusur gua saja, melainkan hingga kalangan petani dan masyarakat yang masih awam dengan istilah karst itu sendiri. Eksploitasi berlebihan yang terjadi di kawasan karst oleh korporasi, terutama pabrik semen, merupakan pemantik dari banyak aksi protes untuk melindungi dan melestarikan kawasan karst di Indonesia. Hal ini tidak dapat dipungkiri lagi, karena karst memiliki peranan penting dalam fungsi ekologi di dalam ekosistem karst tersebut dan juga lingkungan sekitarnya. Sehingga keberadaan gua-gua di Indonesia yang sebagian besar berada pada ekosistem karst juga ikut terancam.

    Salah satu solusi untuk melindungi ekosistem karst dan gua di Indonesia adalah melalui jalan pengembangan wisata gua. Dimana secara teori keberadaan objek wisata akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga keberadaan gua dan ekosistem karst di sekitarnya akan tetap terjaga dari usaha eksploitasi pabrik semen, sebagai contoh wisata Gua Pindul yang menjadi penyumbang besar bagi PAD di daerahnya. Namun begitu, solusi perlindungan ekosistem karst dan gua melalui wisata masih sering menimbulkan momok mengenai potensi kerusakan yang akan terjadi bila pengelolaan wisata kurang mengindahkan kaidah daya dukung lingkungan gua (carrying capacity). Seperti juga yang tejadi di wisata Gua Pindul ini.

    Selain wisata gua, salah satu solusi bagi perlindungan dan pengelolaan kawasan karst adalah melalui regulasi. Saat ini regulasi yang memegang peranan utama bagi pengelolaan karst di Indonesia yaitu melalui Permen ESDM 17/2012 tentang Penetapan KBAK. Dimana peraturan ini merupakan pengganti dari Kepmen ESDM 1456 tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Karst, agar sejalan dengan UU 26/2007 tentang Penataan Ruang dan turunannya PP 26/2008 tentang RTRWN yang menyatakan bahwa bentang alam karst adalah kawasan lindung nasional yang harus ditetapkan. Masalah yang menjadi hambatan dalam usaha pengelolaan dan perlindungan kawasan karst melalui solusi regulasi ini adalah kebijakan pemerintah daerah yang seringkali bertabrakan dengan regulasi pusat dan lebih berpihak pada korporasi yang dinilai lebih mementingkan mendapatkan keuntungan yang instan.

    Oleh karena itu, pengelolaan dan perlindungan ekosistem karst dan gua di Indonesia saat ini menjadi penting untuk diulas dan didiskusikan bersama dari segala sudut pandang, terutama dari UIS (Union Internationale de Spéléologie) sebagai organisasi speleologi dan penelusuran gua tingkat internasional. Pandangan-pandangan dan studi kasus dari berbagai daerah yang berbeda tentang pengelolaan karst dan gua, dapat menjadi referensi yang berharga untuk dipelajari, dipertimbangkan, atau mungkin direplikasi, demi mencari solusi terbaik untuk pengelolaan dan perlindungan karst di Indonesia.

  • Tujuan dan Keluaran

    Tujuan

    • Sebagai forum bertukar informasi dan diskusi tentang pengelolaan gua dan karst di tingkat nasional dan internasional
    • Memelajari dan membandingkan pengelolaan karst di tingkat nasional dan internasional sebagai bahan dan pandangan baru dalam mencari solusi terbaik dalam usaha melindungi dan mengelola ekosistem karst
    • Menjalin komunikasi antara organisasi speleologi internasional (UIS) dengan organisasi-organisasi speleologi di Indonesia

    Keluaran

    • Peserta mendapatkan informasi dan pandangan mengenai pengelolaan dan perlindungan karst dari berbagai sudut pandang (nasional dan internasional)
    • Lesson learn tentang pengelolaan dan perlindungan ekosistem karst di ranah internasional
  • Bentuk Kegiatan

    Kegiatan ini berbentuk diskusi panel pada hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan (field trip) pada hari ke-2.  Susunan Acara bisa dilihat pada laman Susunan Acara.
  • Pelaksana

    Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama antara Pusat Penelitian Biologi LIPI,Masyarakat Speleologi Indonesia (Indonesian Speleological Society) danPerkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Institut Pertanian Bogor (Lawalata IPB).
  • Peserta

    Peserta kegiatan ini berasal dari umum, dengan sasaran utama peserta yang berasal dari kalangan pegiat penelusuran gua, kelompok pemerhati karst dan gua (baik dari masyarakat maupun akademisi), CSO, instansi pemerintah (sebagai pemegang kebijakan), kalangan praktisi dan akademisi.

    Untuk mengikuti kegiatan silakan melakukan registrasi pada laman Registrasi

  • Waktu dan Tempat

    Diskusi : 4 Mei 2016 di Gedung Kusnoto P2 Biologi LIPI, Jl. Juanda No. 18, Kota Bogor, Jawa Barat.
    Fieldtrip : 5 Mei 2016 di Cigudeg dan Cibodas, Ciampea

 

Sumber dan info lengkap : http://caves.or.id/speleotalks-2016

Pelantikan AB L-IPB: Saat Ulat Sudah Menjadi Kupu-Kupu

April 25, 2016 in Berita Utama

Prosesi Pelantikang Anggota Muda menjadi Anggota Biasa

Prosesi Pelantikan Anggota Muda menjadi Anggota Biasa

CALOBAK, April 2016 – Keanggotaan di LAWALATA IPB memiliki jenjang yang dikenal dengan nama Anggota Muda, Anggota Biasa, dan Anggota Luar Biasa. Anggota muda adalah anggota yang sudah lewati Masa Pembinaan Calon Anggota (MPCA) LAWALATA IPB. Anggota Biasa adalah Anggota Muda yang sudah melewati proses berorganisasi, dinilai secara individu selama masa pembinaan anggota muda, hingga kontribusinya dianggap sudah layak menjadi seorang Anggota Biasa LAWALATA IPB.

Menjadi seorang Anggota Biasa adalah sebuah kebanggaan dalam sebuah organisasi kepecintaalaman, tidak terkecuali dalam organisasi LAWALATA IPB. Selain dari pada mendapatkan sebuah nomor yang menjadi identitas seumur hidup, menjadi seorang AB adalah titik dimana seseorang di anggap sudah dewasa secara organisasi dan bukan lagi seorang anak bawang. Seorang AB kemudian memiliki tanggung jawab yang lebih, yaitu harus membina AM. Namun dibalik tanggung jawab itu, menjadi seorang AB memberikan seseorang privilege untuk membuat sistem dan membuat geraknya lebih leluasa untuk membangun organisasi sesuai dengan kehendaknya, selama masih dalam koridor AD/ART organisasi.

Ibarat ulat, para AM sudah bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Siap melebarkan sayap, terbang, dan menebar kehidupan.

Hari itu, Minggu 17 April 2016 adalah hari yang bersejarah bagi Anggota Muda LAWALATA IPB yang akhirnya layak untuk menjadi Anggota Biasa. Sebanyak 13 Anggota Biasa baru LAWALATA IPB, siap membangun dan mengembangkan organisasi ini menjadi lebih baik dan lebih jaya.

Proses pelantikan AM ini dimulai dari diskusi tentang hak, tanggung jawab, dan makna menjadi seorang AB pada Sabtu , 16 April 2016 malam. Kemudian diskusi dilanjutkan keesokan harinya dengan  bahasan tentang studi kasus yang diberikan kepada masing-masing individu calon AB. Hal ini diberikan untuk mengasah kepekaan calon AB dengan permasalahan organisasi terkini, dan mecoba melihat cara pemecahannya dari sudut pandang mereka. Kegiatan di akhirin dengan calon AB mencari nomor-nomor yang tersembunyi di hutan. Nomor pertama yang mereka temukanlah yang akan menjadi nomor anggota mereka seumur hidup. Prosesi ditutup dengan upacara pelantikan Anggota Biasa.

Perkenalkan 13 Anggota Biasa LAWALATA IPB yang terbaru, dari L363 - L375

Perkenalkan 13 Anggota Biasa LAWALATA IPB yang terbaru, dari L363 – L375

SELAMAT PARA ANGGOTA BIASA!

SELAMAT BERKARYA DAN BERJUANG BERSAMA!

 

 

Obrolan Jumat Sore: Semangat Berorganisasi di Kampus Pertanian

April 8, 2016 in Berita Utama, Opini

L-042

Vincentius Paulus Siregar/L-042

Dramaga, 1 April 2016 – LAWALATA IPB (L-IPB) kini hadir dengan Obrolan Jumat Sore yang akan diadakan minimal satu kali dalam satu bulan. Obrolan Jumat Sore adalah forum diskusi untuk anggota L-IPB dengan menghadirkan tokoh-tokoh Anggota Luar Biasa L-IPB, terutama para Ketua Umum periode terdahulu, yang sedikit banyak memberi pengaruh terhadap perkembangan organisasi belajar ini. Tujuan dari diadakannya diskusi ini adalah memberikan ruang bagi anggota untuk mengutarakan pendapat dan pemikiran kritisnya tentang apa saja. Tentang berorganisasi, tentang LAWALATA, tentang kehidupan, tentang isu-isu terkini, dan tentang apa pun itu. Hadirnya para tokoh ini diharapkan memberikan inspirasi, sudut pandang yang berbeda, serta pembelajaran dari lintas generasi selama organisasi ini berdiri. Diskusi ini juga bertujuan untuk kembali menjalin tali silaturahmi antar Anggota Luar Biasa (ALB), Anggota Biasa (AB), dan Anggota Muda (AM) L-IPB.

Read the rest of this entry →

Wanita dan Dapur Ciptagelar

Maret 26, 2016 in Kasepuhan Adat Ciptagelar

Ketika pertama kali sampai di Kasepuhan Ciptagelar hal yang pertama melintas di kepalaku adalah betapa indahnya bentang alam yang terlihat di depan mataku dan betapa menyenangkannya jika aku bisa berlama-lama tinggal disana. Seketika rasa lelah dan pegal langsung menghilang, terbayar dengan pemandangan di depan mata. Rumah-rumah berjejer rapi tanpa meninggalkan kesan sesak, hal itu terasa membingungkan karena melihat banyaknya keluarga yang tinggal disana. Saat itu juga kumantapkan dalam hati, suatu saat nanti akan membangun rumah tinggal di tempat seperti ini, yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan dan terkesan sangat Indonesia.

Read the rest of this entry →