Suasana Duka Menyelimuti

April 21, 2014 in Berita Utama

Suasana Duka Menyelimuti Kami

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Suasana duka menyelimuti kami. Kegiatan arung jeram di Sungai Cisadane pada minggu 20 April 2014, mengalami kecelakaan di tengah perjalanan. Kami pun terkejut dan serasa tidak percaya atas kejadian tersebut yang mengakibatkan musibah kepada Saudara, Abang, Sahabat  Kami yang bernama Aji Muchamad Huda. Kami keluarga besar Lawalata IPB mengucapkan belasungkawa atas peristiwa ini.

Berikut kami lampirkan kronologi kejadian berdasarkan penyampaian tim lapangan. Agar tidak menjadi kabar yang simpang siur, kami perlu sampaikan poin-poin penting untuk diketahui :

  1. Bahwa peristiwa yang menimpa Aji Muchamad Huda adalah murni kecelakaan
  2. Kronologi yang terlampir pada web lawalataipb.org adalah kronologi peristiwa sebenarnya yang didapat dari penuturan korban yang selamat.
  3. Alm. Aji Muchamad Huda adalah anggota Lawalata IPB  dan Alumni IPB angkatan 43 (tahun 2006) jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
  4. Untuk informasi yang lebih detil, dapat ditanyakan ke sekretariat Lawalata IPB melalui nomor telepon (0251  8628370) dan Annisa Pratiwi 0857 11200517 selaku  Ketua Umum.

Selasa 15 April 2014

Anggota Lawalata IPB yang tergabung dalam Kelompok Minat (KM) Tirta merencanakan kegiatan pengarungan Sungai Cisadane untuk hari Minggu 20 April 2014. Informasi kegiatan disebarkan ke seluruh anggota Lawalata melalui grup komunikasi internal (Grup WhatsApp dan sms informasi). Kegiatan ini bersifat terbuka dan setiap anggota Lawalata dapat mengikuti acara ini. Aji M Huda menghubungi Mutiara (anggota Lawalata) menyatakan berminat mengikuti kegiatan ini. Sebelumnya Aji sudah sering mengikuti kegiatan arung jeram di sejumlah sungai sejak masih aktif di IPB sampai setelah alumni. Read the rest of this entry →

Paska Kecelakaan Arung Jeram Cisadane

April 24, 2014 in Aksi

Tumpukansampah yang menghalangi keluarnya perahu karet

Tumpukansampah yang menghalangi keluarnya perahu karet

Senin, 21 April 2014

Membentuk tim untuk evakuasi inventarisasi alat LAWALATA IPB yang masih tertinggal di TKP paska kecelakaan arung jeram di sungai Cisadane, Bogor.

Tim evakuasi alat terdiri dari :

  1. Linda Rosalina (KoordinatorLapangan)
  2. Anggi Putra Prayoga
  3. AnnasRadenSyarif
  4. MiftahAyatussurur
  5. Tiara EstiArdi
  6. Sheila
  7. Soledad

NOTE :dari meeting point menuju TKP, tim menggunakan 4 motor

Pencarian alat :

  1. Perahu karet LAWALATA IPB
  2. Dry Bag (berisi barang berharga para awak perahu)

Peralatan yang dibawa :

  1. Tali statis ; 1
  2. Tali dinamis ; 1
  3. Carabiner ; 10 – HMS ; 2 –Oval ; 17 (hitam 2)
  4. Puley rescue ; 1
  5. Pulley fix ; 1
  6. Ascender  ; 3
  7. Croll ; 2
  8. Basic ; 1
  9. Harnes ; 2
  10. Cowstail ; 3
  11. Webbing – besar ; 19 – kecil ; 7
  12. Snap ; 8

Kronologi Pencarian

08.30     Tim berangkat dari Sekretariat LAWALATA IPB menuju TKP, Sungai Cisadane, gang Kelor, Kelurahan Menteng, Kota Bogor Barat

09.00     Tim tiba di lokasi dan menjumpai relawan yang tergabung dalam BSC (Bogor SAR Community), ada WAPALA Unpak dan DAMKAR Kota Bogor, serta Mapala dari Trisakti – Jakarta.

                WAPALA Unpak yang sudah tiba terlebih dahulu mengabarkan bahwa di cerukan (setelah turunan) melihat satu bantalan perahu karet berwarna oren, satu dayung, dan dry bag berwarna biru.

09.30     Tim bersama relawan lainnya dikomandani oleh Kang Iwan menginstal alat untuk mempermudah dan mengamankan dalam mengambil barang-barang yang berada di cerukan.

10.10     Tim bersama relawan berhasil mengangkut barang-barang dari cerukan ke atas daratan. Barang-barang tersebut antara lain : satu bantalan perahu, satudayung, dan dry bag warnabiru. Di dalam dry bag tersebut berisikan HP Android Lenovo milik Alm; HP, kunci motor dan dompet milik Firdaus, kamera SLR berikut tasnya milik Jamani; dan makanan yang dibawa saat pengarungan kemarin. Semua isi dalam dry bag dalam kondisi kering dan tidak ada yang rusak satu pun termasuk makanan.

10.20     Tim dan relawan briefing untuk mendiskusikan cara mengangkat perahu ke atas daratan.

Kondisi perahu saat itu sudah tidak nampak di sungai, kemungkinan berada di bawah sungai, sebagian badan perahu terjepit bebatuan/celah dan terhantam arus.Perahu tidak dapat keluar dari celah diduga akibat terhalang tumpukan sampah yang berada di tengah jalur, sehingga menutupi jalur air lewat.

Target dari brieifing adalah mengangkat tumpukan sampah yang berada di tengah jalur agar perahu yang berada di bawah bias lewat hingga kearus yang tenang. Cara yang ditempuh adalah dengan memperkecil debit air melalui pintu bendungan Cisadane, dan memotong tumpukan sampah menggunakanchainsaw.

10.30     Linda dan Tiara pergi menuju  bendungan Cisadane – Empang, sedangkan tim yang lain menginstal alat.

11.00     Linda dan Tiara bertemu Pak Jumanta, penjaga bendungan/pintu air Cisadane di Empang. Setelah proses lobi, akhirnya Pak Jumanta mengijinkan untuk mengurangi debit air Cisadane yang masukke gang Kalor, Menteng.

                Saat itu air dialihkan ke induk sungai Cisadane yang berada di Bojong Gede.Pintu air yang dibuka hanya satu dan bisa mengurangi/menyurutkan debit air setinggi 10 cm. Estimasi surut/ kurangnya debit air cisadane di gang kelor adalah satu jam sejak dibukanya pintu air induk sungai cisadane, yaitu di antara jam 12 siang.

12.00     Tim berhasil menginstal alat, dan kemudian membagi tugas untuk membersihkan tumpukan sampah yang menjadi target.

14.00     Hujan mulai turun dan evakuasi pun dihentikan untuk dilanjutkan besok.

15.30     Hujan sudah reda dan alat pun di clean.

Selasa, 22 April 2014

08.00 Berangkat Anggi dan Sheila yang rencana awal untuk survey bagaimana perkembangan kondisi di lapangan (kemunculan perahu, kondisi tinggi air sungai).

10 Menit Anggi surve di lokasi, pihak Boggie menelepon perkembangan di lapangan, kondisi dijelaskan oleh Anggi, dia menyatakan yang sudah dilakukan yaitu mencoba memotong akar bamboo, dan menceritakan kegiatan yang sudah dilakukan hari senin. Lalu , pihak dari Boggie mengirimkan 2 orang (datang setengah jam kemudian setelah menelepon).

Setelah Boogie menelepon, 10 sampai 15 menit kemudian datanglah pasukan Damkar 4 orang dengan membawa Chainsaw.

Setelah itu dilaksanakan Briefing antara Lawalata IPB, Boogie dan Damkar. Hasil diskusi bongkahan akar bamboo ditarik menggunakan, sling baja dan wins (disiapkan oleh Boogie) dan tackle (disiapkan oleh Damkar).

Tak lama kemudian, datang Wapalapa dan Atmawana.

10.30

Tim berbagi tugas, Damkar mengambil Tackle dan  Lawalata berkoordinasi dengan pak Jumanta untuk membuka pintu air maka air teralirkan ke sungai induk cisadane sehingga tinggi permukaan air di TKP menurun. Karena pintu air sedang dibersihkan (dari sampah ang terhalang di pintu air) maka baru bisa dibuka pukul 12.

 13.00

Tinggi permukaaan air di TKP turun (lebih surut dari hari sebelumnya), bagian perrahu terlihat samar. Tim, memasang lintasan untuk memeriksa kondisi perahu. Setelah memasang lintasan, Tim Wapalapa turun untuk mencoba menarik perahu, namun belum berhasil. Lalu perahu ditusuk untuk mengeluarkan angin, karena perahu tersangkut di batu dan bambu. Tim menarik perahu kea rah hilir (sekitar 10 orang) dan akhirnya perahu bisa diarahkan untuk diangkat ke tepi sungai. Menggunakan kernmatel dan wince perahu ditarik ke tepi sungai, karena tinggi air dengan permukaan darat sekitar 1,5 sampai 2 meter, hal ini menyulitkan pengangkatan perahu.

Ternyata perahu belum berhasil diangkat karena perahu menyimpan air yang berada di dalam perahu (tube). Sehingga perahu ditusuk kembali untuk mengeluarkan air.

Yeah, perahu berhasil diangkat, dilipat dan dibawa ke pabrik Boogie untuk dilihat tingkat kerusakannya.

Rabu 23 April.

Hardian dan Adiyantara mengecek ke pabrik Boogie. Menurut Pak Anas, kerusakan dinilai tidak terlalu parah dan tidak ringan. Lawalata dan Boogie akan mengadakan pertemuan lebih lanjut perihal hal ini.

Terima kasih kami ucapkan kepada pihak yang turut membantu selama proses hari H kecelakaan hingga evakuasi perahu.

Wapalapa Pakuan, Atmawana UIKA, Bogor Sar Community, Pemadam Kebakaran Cibuluh Kota Bogor, Tagana Kota Bogor, Ketua RT Gang Kelor, PT Boogie Advindo, Trisakti, Faizal (depan gang sungai), Sagalaya, Forkamedi, Polmas Bogor Raya, Pak Nunut (yang meminjamkan tambang), Pak Joni (yang meminjamkan mobil), Pak Jumanta (penjaga pintu air Ciliwung – Cisadane). (mohon maaf bila ada yang mungkin belum tersebut).

Salam Lestari!!

BURUNG PUN MELAKUKAN EKSPEDISI

April 19, 2014 in Cerita Anggota

www.drkrishi.com

www.drkrishi.com

Fenomena raptor-raptor yang terbang melintasi Indonesia

Pagi itu terasa sangat ramai berbeda dengan kondisi biasanya. Orang-orang duduk berbaris tidak rapih diatas sebuah kursi setengah besi. Lainnya duduk dibalik meja yang terisi penuh dengan pajangan yang dipamerkan. Disalah satu meja terdapat juga makanan-makanan siap santap yaitu jagung rebus, kacang rebus, dan minuman kopi, jahe, serta teh manis. Suasana dinginnya di Puncak Bogor menjadi tidak terasa pagi itu tanggal 16 November 2013.

Acara yang diselenggarakan oleh Dirjen PHKA melalui Dir.PJLKKHL (Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung) melibatkan organisasi/lembaga Suaka Elang, LAWALATA IPB serta organisasi lingkup IPB lainnya yaitu Himakova, UKF, Ekowisata Diploma, organisasi non IPB seperti UNJ, UI, RCS, Raptor Indonesia, dan tamu undangan lainnya. Mencoba mengangkat fenomena raptor migran untuk dijadikan sebuah program ekowisata. Read the rest of this entry →

Save Our Situ 2014

April 19, 2014 in Berita Utama

SOS

“Demo” di Danau? Siapa Takut?

April 16, 2014 in Aksi

Ohh yang kemarin rame-rame bersihin danau itu ya? Bagus itu kegiatannya

Itu adalah kalimat pertama yang keluar dari mulut Ibu Mince setelah saya memperkenalkan diri berasal dari organisasi Lawalata IPB. Nampaknya ibu penjual soto mie ini sudah mengenal Lawalata IPB. Untung rasanya karena akan lebih mudah bagi saya untuk menjelaskan maksud kedatangan saya di siang hari tersebut.

Mince, begitu biasanya ibu berusia 34 tahun itu dipanggil. Beliau merupakan salah satu pedagang di Kantin Makjan. Mahasiswa IPB pastinya tidak asing lagi dengan Kantin Makjan. Kantin ini memiliki daya tarik tersendiri karena lokasinya yang tepat berada di atas Situ Leutik IPB atau lebih dikenal dengan Danau LSI. Kestrategisan tempat itu pun diakui oleh Ibu Mince. “Iya enak di sini tempatnya, strategis, terus yang dateng ga sekedar makan aja tapi bisa sambil refreshing juga lihat-lihat pemandangan di danau, terus denger kicauan burung juga, lebih asik kan tuh makannya”, tuturnya sambil tertawa kecil. Selain memberikan nilai estetika, Danau LSI juga menjadi sarana bermain oleh mahasiswa. Kegiatan latihan dayung, bermain perahu, serta flying fox kerap dijumpai oleh Ibu Mince. Bahkan beliau pernah turut serta bermain bersama. Danau LSI juga menjadi spot andalan bagi para pemancing.

Ibu Mince-Informan dari Kantin Makjan

Ibu Mince-Informan dari Kantin Makjan

Hampir 10 tahun berdagang di Kantin Makjan, rasanya membuat Ibu Mince sudah sangat akrab dengan Danau LSI. Menurutnya, banyak perbedaan yang dirasakan antara Danau LSI saat dulu dan sekarang, “Enak waktu dulu neng, bersih, enakeun deh”. Danau LSI saat ini kotor karena jarang dibersihkan. Estetikanya ternodai oleh kumpulan kayu, ranting, dan dedaunan yang jatuh dari pohon. Belum lagi rumput-rumput liar yang tumbuh di pinggir danau. Ditambah sampah yang berasal dari pemancing yang kurang bertanggung jawab. Botol plastik bekas umpan atau wadah bekas kopi ditinggalkan begitu saja. Read the rest of this entry →